Selain itu, bauran kebijakan yang ditempuh dinilai semakin terintegrasi, mengombinasikan kebijakan moneter yang menjaga stabilitas, kebijakan makroprudensial yang mendorong pertumbuhan, serta penguatan sistem pembayaran untuk mendukung digitalisasi ekonomi.
Ke depan, sinergi antara pemerintah dan Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai tukar, likuiditas, serta disiplin fiskal diyakini akan semakin memperkuat kepercayaan investor.
Dengan fundamental yang kuat dan arah kebijakan yang kredibel, Indonesia dinilai tidak hanya mampu bertahan dari tekanan global, tetapi juga berpeluang menjadi tujuan utama investasi di tengah ketidakpastian ekonomi dunia.
“Secara keseluruhan, rangkaian pertemuan ini memperkuat keyakinan investor bahwa Indonesia tidak hanya berdaya tahan, tetapi juga semakin adaptif dan kredibel dalam menjaga stabilitas serta mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan di tengah tantangan global,” pungkas Anton.
Baca Juga: Pemerintah Dinilai Efektif Jaga Energi Nasional di Tengah Tensi Geopolitik Timur Tengah
Artikel Terkait
Siapa Sangka? Sosok Viral 'Bapak Berkumis NCT WISH' Adalah ASN Lampung, Ternyata Ada Janji Haru di Balik Perjalanannya
Viral Seorang Pria Diduga Memalak Pemilik Warung Makan di Bekasi: Minta-minta, Nggak Dikasih Maksa dan Ngancam
Momen Tak Biasa saat Panen, Viral Petani Jemur Gabah di Jalan Bypass Mamminasata Maros Sulsel
Viral Menantu Gelapkan Hasil Penjualan Kopi Mertua hingga Rp4,7 Miliar di Bengkulu, Polisi Ungkap untuk Foya-foya dan Selingkuh
Blokade Pelabuhan Iran, Ekonom: Dampaknya Bisa Menjalar ke Daerah di RI
Akademisi Nilai Prinsip Bebas Aktif Perkuat Posisi Indonesia di Kancah Internasional
Pemerintah Hadirkan Aturan Pro-Buruh, Kesejahteraan dan Keselamatan Jadi Prioritas
Pemerintah Dinilai Efektif Jaga Energi Nasional di Tengah Tensi Geopolitik Timur Tengah
Viral Dugaan Chat Ortu Mahasiswa FH UI usai Anaknya Terlibat Kasus Pelecehan, Minta Tak Ada Sanksi DO
Dari Dapur ke Lapangan Kerja: MBG Disebut Bisa Ciptakan Jutaan Pekerjaan dan Angkat UMKM Naik Kelas