Minggu, 19 April 2026

Dari Dapur ke Lapangan Kerja: MBG Disebut Bisa Ciptakan Jutaan Pekerjaan dan Angkat UMKM Naik Kelas

Photo Author
Tim MediaLangit, Media Langit
- Jumat, 17 April 2026 | 09:21 WIB
Pengamat ekonomi dan UMKM lulusan Universitas Indonesia, Ahmad Abdul Gofur
Pengamat ekonomi dan UMKM lulusan Universitas Indonesia, Ahmad Abdul Gofur

MediaLangit.id - Pengamat ekonomi dan UMKM lulusan Universitas Indonesia, Ahmad Abdul Gofur menilai Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya berfungsi sebagai intervensi peningkatan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga berkembang menjadi motor baru dalam menggerakkan ekonomi rakyat secara luas dan berkelanjutan.

Baca Juga: Viral Konten Kreator di Cianjur Ngaku Dianiaya Oknum Pegawai SPPG, Diduga Sempat Minta Penjelasan soal Menu-Harga MBG

“Program ini menjawab persoalan mendasar UMKM, yaitu kepastian pasar. Dengan adanya dapur MBG di berbagai wilayah, produk lokal terserap secara konsisten dan mendorong usaha menjadi lebih stabil,” ujarnya.

Menurut Gofur, kebijakan operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang mengutamakan penggunaan bahan baku lokal menjadi faktor kunci dalam menciptakan dampak ekonomi yang signifikan.

Selama ini, pelaku UMKM, petani, dan peternak kerap menghadapi kendala dalam mengakses pasar yang stabil. Namun melalui MBG, rantai pasok menjadi lebih terstruktur dan memberikan kepastian permintaan yang berkelanjutan.

Baca Juga: Viral Dugaan Surat SMAN 1 Ciemas ke SPPG, Minta Distribusi MBG Tak Dibebankan pada Guru hingga Picu Tudingan Ambil Jatah

Ia menjelaskan bahwa keterlibatan pelaku usaha lokal dalam program ini tidak hanya memperkuat daya tahan usaha, tetapi juga mendorong transformasi menuju skala usaha yang lebih besar dan profesional.

Lebih jauh, Gofur mengungkapkan bahwa dampak MBG juga terlihat jelas dalam penciptaan lapangan kerja.

Program ini telah menghasilkan sekitar 1,9 juta lapangan kerja baru melalui berbagai aktivitas operasional SPPG yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.

Dampak tersebut tidak hanya dirasakan oleh tenaga kerja di dapur, tetapi juga meluas ke sektor hulu seperti pertanian, peternakan, distribusi, hingga pengolahan pangan.

Baca Juga: Viral Puluhan Ompreng MBG di Sekolah Lampung Tak Disentuh Siswa, Menu Telur-Salak Diduga Kedaluwarsa

Kondisi ini menciptakan efek berganda (multiplier effect) yang memperkuat struktur ekonomi lokal.

Rantai ekonomi yang terbentuk dari hulu ke hilir menjadikan MBG sebagai salah satu program yang sangat produktif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Ia juga menyoroti keterlibatan lebih dari 43 ribu supplier lokal dalam rantai pasok MBG sebagai indikator kuat keberhasilan program ini dalam mengakselerasi UMKM naik kelas.

Halaman:

Editor: Nafis

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X