MediaLangit.id - Sumedang, 15 April 2026 - Fikri tersenyum lebar saat tangannya sibuk mewarnai gambar di dalam kelas. Anak berusia 6 tahun itu kini menikmati hari-harinya di Sekolah Rakyat Terintegrasi 4 Sumedang, Jawa Barat, sesuatu yang dulu terasa jauh dari kehidupannya.
Fikri adalah bocah asal Desa Sukaraja, Sumedang, Jawa Barat. Ia sempat tinggal bersama neneknya di Jakarta dan ikut memulung sampah plastik di jalanan demi bertahan hidup. Dari membawa karung berisi barang bekas, kini ia membawa buku dan pensil ke sekolah.
Di ruang kelas, Fikri menjalani hari-hari seperti anak seusianya. Ia belajar membaca dan berhitung, menggambar, hingga bermain bersama teman-teman. Sesekali, ia mencoba permainan edukatif di papan tulis interaktif (interactive flat panel) atau bermain lego dengan penuh antusias.
“Sekolahnya seru banget. Aku jadi ngerasain punya kakak, punya bapak, punya ibu, banyak teman juga. Semuanya baik-baik,” ujar Fikri polos.
Baca Juga: Dari Dapur ke Lapangan Kerja: MBG Disebut Bisa Ciptakan Jutaan Pekerjaan dan Angkat UMKM Naik Kelas
Tak hanya belajar, Fikri juga merasakan perhatian yang sebelumnya jarang ia dapatkan. Di sekolah, ia memperoleh makanan bergizi setiap hari. “Aku juga bisa makan. Makanannya enak banget. Badanku jadi kuat,” katanya sambil tersenyum.
Kini, perlahan, rasa percaya dirinya tumbuh. “Sekarang aku bisa belajar baca, belajar nulis, dan main lari-larian,” tuturnya.
“Aku Fikri, aku senang sekali di Sekolah Rakyat. Terima kasih Pak Prabowo, aku sayang Bapak,” ujarnya dengan suara lantang dan wajah ceria.
Perjalanan Fikri menuju bangku pendidikan bukanlah cerita mudah. Kehidupan di jalanan membuatnya harus kehilangan masa kecil yang semestinya diisi dengan bermain dan belajar. Kondisi itu kemudian menarik perhatian aparat kepolisian yang membantu memulangkannya ke kampung halaman di Sumedang.
Sejak saat itu, berbagai bentuk pendampingan diberikan. Pemerintah memastikan Fikri mendapatkan akses pendidikan yang layak sekaligus dukungan kebutuhan dasar untuk keluarganya. Tak hanya Fikri, adiknya, Naufal, juga kini didaftarkan ke Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) agar keduanya bisa tumbuh dengan hak pendidikan yang terpenuhi sejak dini.
Bantuan lain turut mengalir, mulai dari kebutuhan pokok, pengurusan administrasi kependudukan, hingga jaminan layanan kesehatan melalui BPJS. Bahkan, rumah keluarga Fikri juga mendapatkan bantuan perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) melalui kolaborasi pemerintah daerah, kepolisian, dan PMI. Sang ibu pun memperoleh bantuan modal usaha untuk memperkuat ekonomi keluarga.
Kini, langkah kecil Fikri di ruang kelas menjadi awal dari perjalanan panjang menuju masa depan yang lebih cerah. Dari jalanan yang keras, ia menemukan harapan baru, di bangku sekolah, bersama mimpi-mimpi yang perlahan tumbuh.
Baca Juga: Pemerintah Dinilai Efektif Jaga Energi Nasional di Tengah Tensi Geopolitik Timur Tengah
Artikel Terkait
Siapa Sangka? Sosok Viral 'Bapak Berkumis NCT WISH' Adalah ASN Lampung, Ternyata Ada Janji Haru di Balik Perjalanannya
Viral Seorang Pria Diduga Memalak Pemilik Warung Makan di Bekasi: Minta-minta, Nggak Dikasih Maksa dan Ngancam
Momen Tak Biasa saat Panen, Viral Petani Jemur Gabah di Jalan Bypass Mamminasata Maros Sulsel
Viral Menantu Gelapkan Hasil Penjualan Kopi Mertua hingga Rp4,7 Miliar di Bengkulu, Polisi Ungkap untuk Foya-foya dan Selingkuh
Blokade Pelabuhan Iran, Ekonom: Dampaknya Bisa Menjalar ke Daerah di RI
Akademisi Nilai Prinsip Bebas Aktif Perkuat Posisi Indonesia di Kancah Internasional
Pemerintah Hadirkan Aturan Pro-Buruh, Kesejahteraan dan Keselamatan Jadi Prioritas
Pemerintah Dinilai Efektif Jaga Energi Nasional di Tengah Tensi Geopolitik Timur Tengah
Viral Dugaan Chat Ortu Mahasiswa FH UI usai Anaknya Terlibat Kasus Pelecehan, Minta Tak Ada Sanksi DO
Dari Dapur ke Lapangan Kerja: MBG Disebut Bisa Ciptakan Jutaan Pekerjaan dan Angkat UMKM Naik Kelas