Minggu, 19 April 2026

Combiphar melalui Brand Maltofer Mendorong Generasi Sehat dan Cerdas melalui Kampanye #ZatBesiPasBekerjaCerdas

Photo Author
- Jumat, 17 April 2026 | 20:57 WIB
Combiphar bersama Brand Maltofer Ajak Masyarakat Bangun Generasi Sehat dan Cerdas lewat Kampanye #ZatBesiPasBekerjaCerdas
Combiphar bersama Brand Maltofer Ajak Masyarakat Bangun Generasi Sehat dan Cerdas lewat Kampanye #ZatBesiPasBekerjaCerdas

MediaLangit.id - Memasuki usia ke-55 tahun, Combiphar terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan solusi kesehatan yang relevan bagi masyarakat Indonesia melalui semangat #SehatkanKiniMenangkanEsok.

Combiphar secara konsisten berkontribusi dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, termasuk dalam menjawab tantangan kesehatan yang masih banyak dihadapi, seperti kekurangan zat besi di berbagai kelompok usia.

Sejalan dengan komitmen tersebut, Combiphar melalui brand Maltofer resmi meluncurkan kampanye #ZatBesiPasBekerjaCerdas.

Sebuah inisiatif edukatif yang bertujuan mendorong masyarakat untuk lebih memahami pentingnya zat besi sekaligus lebih cermat dalam memilih suplementasi yang tepat di setiap tahap kehidupan—mulai dari bayi, anak-anak, remaja, hingga dewasa dan ibu hamil.

Baca Juga: Pemerintah Dinilai Efektif Jaga Energi Nasional di Tengah Tensi Geopolitik Timur Tengah

Kemampuan kognitif seperti fokus/konsentrasi dan daya ingat, memegang peranan penting dalam mendukung aktivitas belajar dan produktivitas sehari-hari.

Salah satu nutrisi esensial yang berkontribusi terhadap fungsi tersebut adalah zat besi. Namun, kekurangan zat besi masih menjadi tantangan kesehatan yang perlu mendapat perhatian lebih luas.

Prevalensi anemia di Indonesia masih tergolong cukup tinggi. Berdasarkan Survey Kesehatan Indonesia 2023, prevalensi anemia tercatat pada anak usia 0-4 tahun 23,8%, 5-14 tahun 16,3% dan pada perempuan secara keseluruhan 18,0% (SKI 2023).

Baca Juga: Pemerintah Hadirkan Aturan Pro-Buruh, Kesejahteraan dan Keselamatan Jadi Prioritas

1. Pada Ibu Hamil, secara global WHO mencatat kasus anemia sekitar 37%

2. Sebagian besar kasus anemia disebabkan karena kekurangan zat besi. Kondisi ini menunjukkan bahwa kekurangan zat besi masih menjadi tantangan kesehatan yang berdampak pada fungsi kognitif, kemampuan belajar, serta potensi tumbuh kembang jika tidak ditangani dengan tepat.

Weitarsa Hendarto, Direktur PT Combiphar menyampaikan, “Melalui kampanye #ZatBesiPasBekerjaCerdas, kami ingin mendorong masyarakat untuk lebih memahami pentingnya pemenuhan zat besi secara tepat di setiap tahap kehidupan.

Maltofer sendiri telah dikenal luas melalui rekomendasi tenaga kesehatan, dan sebagai obat bebas, dapat diakses dengan lebih mudah oleh masyarakat untuk membantu menangani kekurangan zat besi, baik dengan maupun tanpa anemia.

Baca Juga: Akademisi Nilai Prinsip Bebas Aktif Perkuat Posisi Indonesia di Kancah Internasional

Inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk terus menghadirkan solusi kesehatan yang relevan dan berdampak bagi masyarakat Indonesia.”

Ditambahkan Debi Widianti, Senior General Manager Marketing PT Combiphar, “Maltofer hadir sebagai solusi suplementasi zat besi yang dipercaya selama lebih dari 60 tahun di dunia dan menjadi pemimpin pasar di kategori suplementasi oral dalam format cair di segmen anak, serta dipercaya oleh tenaga kesehatan, sehingga memberikan keyakinan lebih bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan zat besi di berbagai tahap kehidupan, termasuk dalam mendukung tumbuh kembang anak.”

Zat besi dalam Maltofer hadir dalam bentuk Iron Polymaltose Complex (IPC), yaitu zat besi unik dengan mekanisme pelepasan zat besi terkendali sehingga dapat diserap sesuai kebutuhan tubuh.

Baca Juga: Blokade Pelabuhan Iran, Ekonom: Dampaknya Bisa Menjalar ke Daerah di RI

“Dengan formulasi Iron Polymaltose Complex (IPC) yang bekerja cerdas, Maltofer tidak hanya menawarkan efektivitas dalam membantu mengatasi kekurangan zat besi, tetapi juga kenyamanan penggunaannya dengan profil efek samping saluran cerna yang lebih rendah, seperti konstipasi, mual, dan muntah.

Halaman:

Editor: Boy

Sumber: Promedia Teknologi Indonesia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Momentum Menata Sistem Ekonomi Kreatif Indonesia

Senin, 30 Maret 2026 | 15:30 WIB
X