Minggu, 19 April 2026

Lembaga Indeks Internasional Pertahankan Status Indonesia, Reformasi Pasar Modal RI Diakui Dunia

Photo Author
- Selasa, 14 April 2026 | 16:13 WIB
Pergerakan indeks saham Indonesia yang dapat dipengaruhi oleh keputusan FTSE Russell (JawaPos)
Pergerakan indeks saham Indonesia yang dapat dipengaruhi oleh keputusan FTSE Russell (JawaPos)

 

MediaLangit.id - Jakarta, 8 April 2026 - Keputusan FTSE Russell untuk mempertahankan status pasar modal Indonesia dalam kategori Secondary Emerging Market menjadi kabar yang disambut positif oleh pelaku pasar.

Dalam laporan lembaga penyedia indeks global tersebut menilai Indonesia masih layak berada di kelompok pasar berkembang sekunder, sekaligus mencerminkan stabilitas dan arah kebijakan yang dinilai tepat.

Penilaian tersebut tidak lepas dari berbagai reformasi yang telah dilakukan dalam beberapa waktu terakhir.

FTSE Russell mencatat adanya perbaikan signifikan, mulai dari peningkatan keterbukaan informasi pemegang saham, perluasan kategori klasifikasi investor, hingga penyesuaian persyaratan minimum free float.

Selain itu, penguatan alat pengawasan pasar turut menjadi faktor penting dalam mendorong transparansi dan integritas pasar modal Indonesia.

Langkah-langkah tersebut dinilai mampu memperkuat tata kelola pasar secara menyeluruh, sekaligus meningkatkan kepercayaan investor global terhadap ekosistem investasi di Tanah Air.

Baca Juga: Viral Kecaman PKL di Jaktim hingga Angkat Balitanya ke Truk Satpol PP Jaktim yang Angkut Lapak-lapak Pedagang

Ketua Umum Perkumpulan Analis Efek Indonesia, David Sutyanto, menilai keputusan ini sebagai sinyal penting bagi pasar domestik. Ia menyebut, kepastian status dari FTSE Russell memberikan fondasi psikologis yang kuat di tengah ketidakpastian global.

“Keputusan FTSE Russell untuk mempertahankan Indonesia pada kategori Secondary Emerging Market merupakan sinyal positif yang sangat penting bagi stabilitas dan kredibilitas pasar modal nasional,” ujarnya, Rabu (8/4).

Menurut David, di tengah dinamika global yang fluktuatif, pengakuan ini menunjukkan bahwa arah reformasi pasar modal Indonesia berada di jalur yang tepat. Ia juga menilai kondisi fundamental pasar domestik masih cukup solid.

Dari sisi data, kapitalisasi pasar saham Indonesia tetap menjadi salah satu yang terbesar di kawasan ASEAN.

Di saat yang sama, basis investor domestik terus tumbuh signifikan dalam beberapa tahun terakhir, terutama didorong oleh peningkatan partisipasi investor ritel.

“Pertumbuhan jumlah investor ritel yang pesat, didukung oleh digitalisasi dan inklusi keuangan, menjadi bantalan penting dalam menjaga stabilitas pasar di tengah potensi volatilitas aliran dana asing,” kata David.

Baca Juga: Viral Karyawan Mie Gacoan Minta Cuti karena Keluarganya Sakit namun Ditolak hingga Diminta Resign Supervisor

Halaman:

Editor: Boy

Sumber: Promedia Teknologi Indonesia, Rilis, PAEI

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X