Minggu, 19 April 2026

Dugaan Keracunan MBG di Jaktim, 72 Siswa Dirawat di 3 Rumah Sakit

Photo Author
- Sabtu, 4 April 2026 | 23:22 WIB
Dugaan keracunan karena makanan MBG di Jakarta Timur.  (Instagram/fenomena.jakarta - TikTok/sppgpondok.kelapa2)
Dugaan keracunan karena makanan MBG di Jakarta Timur. (Instagram/fenomena.jakarta - TikTok/sppgpondok.kelapa2)

MediaLangit.id - Peristiwa keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali terjadi.

Viral di media sosial ruangan salah satu rumah sakit penuh dengan anak-anak sekolah yang terbaring maupun menggunakan kursi roda dengan infus di tangan.

Kejadian keracunan tersebut terungkap terjadi di sekolah penerima manfaat wilayah Kelurahan Pondok Kelapa, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur.

Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang diduga bertanggung jawab untuk kasus keracunan tersebut adalah SPPG Pondok Kelapa 2 untuk pengiriman menu pada Kamis, 2 April 2026.

Baca Juga: Viral Video Orang Diduga Menebar Sesuatu di Perempatan Jalan di Yogyakarta saat Dini Hari, Warganet: yang Penting Bukan Paku

72 anak di Rumah Sakit

Kasus keracunan tersebut terjadi kepada siswa penerima manfaat SPPG Pondok Kelapa 2, yakni SMA Negeri 91, SDN Pondok Kelapa 01, SDN Pondok Kelapa 07, dan SDN Pondok Kelapa 09.

AKibat kejadian tersebut, setidaknya ada 72 siswa yang dirawat di 3 rumah sakit, yaitu di RSKD Duren Sawit, RS Pondok Kopi, dan RS Harum.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyebut bahwa ada sebagian anak yang sudah diizinkan untuk pulang karena tidak perlu melakukan rawat inap di rumah sakit.

Baca Juga: Viral 29 Santri Batal Terbang ke Jakarta, Maskapai Super Air Jet Dilaporkan ke Polda Babel

Siswa Alami Gejala Mual dan Pusing

Kasus keracunan ini muncul saat para siswa mulai merasakan beberapa gejala setelah menyantap menu MBG pada hari Kamis lalu.

“Gejala yang dialami umumnya meliputi demam, mual, muntah, dan diare. Namun, saat ini kondisi para pasien relatif stabil,” ucap Pramono dalam keterangannya usai menjenguk para siswa di RSKD Duren Sawit pada Sabtu, 4 April 2026.

“Kami berharap proses pemulihan dapat berlangsung dalam satu hingga dua hari ke depan sehingga anak-anak dapat kembali beraktivitas,” lanjutnya.

Halaman:

Editor: Boy

Sumber: Promedia Teknologi Indonesia, Instagram

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X