MediaLangit.id - ERAPOS ONLINE – Seorang warga Desa Pener, Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang bernama Sri Mujiasih meluapkan kekesalannya terhadap penanganan kasus pencurian yang terjadi di rumahnya.
Sri Mujiasih menilai, kinerja Polres Pemalang lambat dalam menangani kasus dugaan pencurian uang sebesar Rp1,58 miliar dan perhiasan 107 gram yang dialaminya.
Sri Mijiasih atau yang akrab disapa mamih angel itu mengungkapkan, dugaan pencurian itu terjadi pada Jum'at 13 Maret 2026, saat hendak melakukan kegiatan pembagian takjil di pasar Gondang bersama terduga pelaku berinisial R dan rekan si supir berinisial S.
Saat mengetahui sejumlah uang dan perhiasan yang hilang, Sri mengaku terkejut lantaran kondisi rumah dan kamarnya tidak berantakan. Hanya saja, pintu rumah dan kamarnya dalam kondisi tertutup namun tidak terkunci.
Baca Juga: Momen Haru Prabowo Peluk dan Cium Putra Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon
”Saya baru menyadari kehilangan setelah aktivas pembagian takjil dan melaporkan peristiwa ini ke Polres Pemalang pada esok harinya yaitu tanggal 14 Maret 2026,” ungkap Sri kepada Erapos Online di kediamannya pada Sabtu (4/4/2026).
”Dari tanggal saya melaporkan peristiwa ini ke Polres Pemalang, saya baru mendapat surat tanda penerimaan laporan kemarin, tanggal 1 April 2026. Itu pun setelah saya mengeluh di TikTok pada 31 Maret 2026 kemarin,” imbuh Sri Mijiasih, pemilik akun TikTok @mamihangel10 itu.
Menurut Sri, kedua terduga pelaku telah dilakukan klarifikasi di Polres Pemalang, salah satu pelaku telah mengakui perbuatannya dan telah menduplikat kunci. Pengakuan tersebut, kata dia, juga didukung dengan rekaman video serta bukti CCTV.
Meski sudah ada pengakuan dari terduga pelaku, Sri mengatakan, hingga saat ini pihak kepolisian belum juga menangkap kedua terduga pelaku yang merupakan warga Kabupaten Tegal itu.
”Terduga pelaku berinisial S dan R alias K, yang merupakan warga Kabupaten Tegal dan baru dikenalnya sekitar dua bulan terakhir. Salah satunya sebagai pengemudi lepas,” katanya.
Baca Juga: Prabowo Beri Penghormatan Terakhir 3 Jenazah Pahlawan Perdamaian RI yang Gugur di Lebanon
Atas keterlambatan proses itu, Sri pun mengadukan atas ketidakpuasan penanganan Polres Pemalang kepada Polda Jateng pada Kamis, 2 April 2026.
“Harapan saya pelaku segera ditangkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku,” tegasnya.
Sementara itu, Humas Polres Pemalang, Iptu Suharno, saat dikonfirmasi menyampaikan bahwa kasus tersebut masih dalam proses penanganan.
“Masih dalam tahap penyidikan pak,” singkatnya.
Kasus ini pun menjadi sorotan publik di media sosial, seiring meningkatnya perhatian terhadap kinerja aparat penegak hukum dalam menangani laporan masyarakat.
Artikel Terkait
Di Tengah Konflik, Pemerintah Pastikan Pemulangan Jenazah 3 Personel Penjaga Perdamaian di Lebanon
Viral Insiden Wahana Donat Boat di Pantai Ammani Sulsel, Wisatawan Melayang dan Terhempas saat Manuver
Viral Bapak-bapak Lakukan Catcalling di Surabaya, Korban Ungkap Pacarnya Sampai Ditendang karena Menegur
Viral Curhat Orang Tua saat Mainan yang Dibeli Online Datang tapi Anaknya Sudah Meninggal Dunia: Ternyata Seseorang Hanya Bisa Berencana
ICCN dan Greeneration Foundation Jalin Kolaborasi untuk Ekonomi Kreatif Berkelanjutan
Akhiri Isolasi Puluhan Tahun, Jembatan Gantung Desa Bolo Boyolali Segera Bisa Dilalui
Dari Sasak Rapuh ke Jembatan Kokoh Garuda, Akses Warga Pilangrejo Boyolali Kembali Lancar
Bertabur Para Tokoh, Pelantikan PCNU Banyuwangi Berlangsung Khidmat, Ahamd Turmudi: NU Siap Menjalin Kolaborasi
Prabowo Beri Penghormatan Terakhir 3 Jenazah Pahlawan Perdamaian RI yang Gugur di Lebanon
Momen Haru Prabowo Peluk dan Cium Putra Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon