Minggu, 19 April 2026

Perang AS-Iran Pecah, Guru Besar IPB Yakin Ketersediaan dan Produksi Pangan Indonesia Aman

Photo Author
- Rabu, 1 April 2026 | 20:05 WIB
Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB University, Prof Hermanto Siregar (Departemen Ilmu Ekonomi FEM IPB)
Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB University, Prof Hermanto Siregar (Departemen Ilmu Ekonomi FEM IPB)

MediaLangit.id - Jakarta - Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB) yang juga Rektor Perbanas Institute, Hermanto Siregar, menegaskan ketersediaan dan produksi pangan nasional dalam kondisi mencukupi di tengah kekhawatiran dampak perang Amerika Serikat dan Israel melawan Iran.

Hal ini disampaikan Hermanto merespons kekhawatiran bahwa konflik di Timur Tengah berpotensi merembet pada stabilitas ekonomi global, termasuk Indonesia, terutama dalam aspek ketahanan pangan.

“Ketersediaan dan produksi pangan Indonesia mencukupi,” kata Hermanto saat dihubungi di Jakarta, Selasa (3/3).

Baca Juga: Viral Cerita Keluarga Pasien, Neneknya Sudah Sesak Napas tapi Petugas Pendaftaran di Klinik Justru Diduga Asyik Main Game

Menurutnya, dampak yang perlu diantisipasi pemerintah justru berada pada sektor energi. Perang di kawasan tersebut berpotensi memicu kenaikan harga minyak dunia. Jika itu terjadi, pemerintah perlu memastikan ketersediaan BBM tetap terjaga serta distribusinya berjalan lancar.

Ia juga mendorong percepatan pengembangan sumber energi non-minyak, khususnya energi terbarukan, sebagai langkah strategis menghadapi potensi lonjakan harga energi global.

Hermanto mengingatkan bahwa dalam kondisi krisis energi, bukan hanya harga BBM yang terdampak, tetapi juga harga pangan. Namun, jika dikelola dengan baik, situasi tersebut justru dapat menjadi peluang bagi petani tanaman pangan dalam negeri.

Baca Juga: Cerita Warga Cikarang Selatan saat Hujan Badai Menerjang di Awal Minggu: Bener-bener Takut dan Gemetaran saat Kejadian

“Produksi tanaman pangan kita agar dipacu. Lalu Badan Urusan Logistik (BULOG) harus lebih aktif melakukan pengadaan beras dan bahan pangan lain, sehingga stok di gudang-gudangnya mencukupi, dan senantiasa siap melaksanakan operasi pasar,” paparnya.

Dalam implementasinya, lanjut Hermanto, pemerintah perlu menggandeng sektor swasta agar kebijakan penguatan ketahanan pangan dan energi dapat berjalan lebih efisien dan efektif dengan tata kelola yang baik.

Dengan kombinasi penguatan produksi domestik, optimalisasi cadangan pangan, serta akselerasi energi terbarukan, Indonesia dinilai memiliki fondasi yang cukup kuat untuk menghadapi gejolak global akibat konflik geopolitik.

Baca Juga: Viral Warga Ngamuk dan Blokir Rel karena Mobilnya Tertemper Kereta di Lampung, KAI Ingatkan soal Pihak yang Bertanggung Jawab pada Perlintasan

Editor: Boy

Sumber: Promedia Teknologi Indonesia, Rilis

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X